Showing posts with label pertanyaan wawancara interview kerja. Show all posts
Showing posts with label pertanyaan wawancara interview kerja. Show all posts

Thursday, 24 August 2017

Cara Menulis CV dan daftar Riwayat hidup yang menarik HRD

Cara Menulis CV dan daftar Riwayat hidup yang menarik HRD

Menyusun CV bukanlah hal yang mudah, segampang membalikan telapak tangan. Bayangkan riwayat hidupmu baik secara akademis atau profesional, singkat dalam satu sampai tiga halaman. Tak hanya itu, kamu sebaiknya membuat riwayat hidupmu terlihat menarik. Tentunya menonjolkan nilai “jual” dari diri kita di atas kertas membutuhkan trik-trik tersendiri.


CV dikenal sebagai Curriculum Vitae berasal dari bahasa latin yang berarti perihal yang terjadi dalam kehidupan (Courses of life). Tahukah kamu, CV pertama kali digunakan oleh Leonardo Da Vinci? Ia membuat CV sebagai alat yang memaparkan keahlian-keahliannya pada abad ke 13. Satu abad kemudian telah berkembang menjadi alat pendukung pengenalan diri bagi para musafir terhadap tokoh masyarakat lokal. Nah pada abad ke-20 hingga saat ini menjadi dokumen resmi untuk melamar pekerjaan dengan memperkenalkan pengalaman akademis dan profesional, keahlian dan ketertarikan kamu.

Perlu diketahui juga bahwa CV merupakan tampilanmu pertama kali didepan perekrut sehingga kamu harus bisa membuat mereka ingin mengetahui lebih tentang kamu lebih dalam. Tentunya cara untuk memukau mereka haruslah sesuai dengan keadaanl kamu yang sebenarnya. Maka, kamu sebaiknya mencantumkan pengalaman-pengalaman yang ‘menjual’ yang diperkuat dengan rangkaian kata persuasif (bisa meyakinkan pembaca).

Tenang, Admin Psikotes sekarang akan membahas mengenai cara menyusun CV yang benar serta dapat mencerminkan pribadi kamu yang profesional.

A-Z Tentang Mencari & Melamar Pekerjaan dari Jobseeker sampai jadi Employed


8 Langkah Membuat CV profesional!

Pertama-tama sebaiknya kamu tentukan industri (lapangan pekerjaan) yang kamu akan masuki. Apakah industri tersebut bersifat formal atau fleksibel. Contoh industri formal meliputi perbankan, korporasi dan pemerintahan. Sedangkan industri fleksibel terdiri dari periklanan, media, dan start-up. Setelah itu, kamu sesuaikan format CV dengan industri yang kamu pilih. Jika kamu memilih kedua industri maka buatlah CV yang masing-masing yang sesuai dengan ketentuan industri terkait. Yuk kita bahas secara detail caranya.

Cantumkan informasi umum dan kontak kamu
jangan sampai lupa menulis kontakmu

Sebagai sekilas pengenalan, sebaiknya kamu cantumkan informasi umum mengenai diri kamu dan kontak yang bisa dihubungi yaitu terdiri dari nama, tempat dan tanggal lahir, alamat tempat tinggal, nomor handphone yang bisa dihubungi dan email yang aktif digunakan. Informasi kontak sungguh penting karena dari sinilah perekrut akan mengontak kamu jika mereka ingin mendiskusikan mengenai pekerjaan yang kamu lamar.

15 Menit pahami panduan TIPS Rahasia Lulus Psikotes


Cantumkan Jenjang Akademis atau Pengalaman Bekerja
jenjang akademis

Apakah kamu fresh graduate yang belum mempunyai riwayat pengalaman kerja? Apabila iya, maka kamu sebaiknya menyusun CV dengan menuliskan jenjang pendidikan terakhirmu paling atas setelah informasi mengenai dirimu. Selain itu apabila kamu mempunyai pengalaman berorganisasi kamu bisa mencantumkan informasi tersebut dibawah jenjang pendidikan terakhir.

Lain ceritanya jika kamu adalah sosok yang telah mempunyai pengalaman kerja. Kamu mencantumkan informasi riwayat pekerjaan terkait paling atas dibawah informasi umum diri kamu. Setelah itu sebagai pendukung, kamu juga cantumkan jenjang pendidikan terakhir. ( baca : TipsMencari Pekerjaan Pertama Sebagai Fresh Graduate )

TIPS: Cara Jitu persiapan menghadapi Psikotes seleksi kerja di perusahaan, BANK, dan BUMN

Sesuaikan CV dengan bidang yang akan kamu lamar
menekankan spesialisasimu pada cv

Memang bukan hanya kamu saja yang mengirim CV untuk melamar posisi yang kamu inginkan. Disini kamu haruslah menonjol dengan menekankan spesialisasimu pada cv yang selaras dengan apa yang diminta oleh posisi pekerjaan yang akan kamu lamar. Semakin terspesialisasi semakin baik karena hal itu menunjukkan bahwa kamu mempunyai keahlian dalam bidang terkait. Contohnya jika kamu melamar untuk posisi marketing dan kamu mempunyai pengalaman marketing, alangkah baiknya jika kamu menspesifikan kata ‘experience’ dengan ‘marketing experience’

Apa saja jenis soal tes dalam psikotes kerja?

Penulisan sistematis, baik itu secara kronologis atau fungsional.
Saat menyusun CV alangkah lebih baik secara sistematis pada setiap bagian. Sistematis yang sesuai dengan kronologis terbalik–yang paling terbaru dicantumkan paling atas dan yang sebelumnya dicantumkan selanjutnya. Hal ini akan mempermudah perekrut melihat pengalaman kerjamu ataupun jenjang pendidikan yang terkini.

Disamping itu, jika kamu memilih cara penulisan yang fungsional maka kamu akan mengelompokkan kualifikasi kamu pada bagian-bagian dalam cv. Seperti pendidikan, pengalaman bekerja, keahlian dan seterusnya.

Tips Wawancara: Bohong saat Wawancara kerja? Apakah ketahuan?


Tulislah prestasimu bukan hanya tanggung jawab dalam posisi

Tuliskan prestasi di cv

Sudah dikatakan sebelumnya bahwa dalam menyusun CV kamu mencari tahu bagaimana kamu bisa memamerkan pengalaman sehingga perekrut menginginkanmu, hal itu dapat dilakukan dengan menulis prestasi-prestasi yang pernah kamu dapatkan. Mengisi deskripsi pengalaman pekerjaan ataupun kegiatan berorganisasi harus kamu cantumkan apa saja yang telah diraih yang bisa dihitung.

Mengapa kamu sebaiknya tidak menulis kewajibanmu pada deskripsi tersebut? Deskripsi pekerjaan ataupun kegiatan berorganisasi pada dasarnya mencantumkan kewajiban akan tetapi pada realitanya setiap orang berbeda dalam memenuhi kewajibannya–ada yang bisa menghasilkan prestasi adapun yang tidak. Maka untuk mendapatkan nilai menonjol akan lebih baik kamu mencantum prestasi atau perihal yang kamu raih yang bisa dihitung selama menjabat posisi terkait.

A-Z Tentang Mencari & Melamar Pekerjaan dari Jobseeker sampai jadi Employed


Lampirkan foto berpenampilan profesional
foto pas untuk CV


Tampilan CV sebaiknya kamu memasang foto dengan format yang formal–berpakaian dan berdandanan rapi. Hal ini menunjukkan bahwa tampilan kamu profesional, yang umum digunakan oleh banyak orang adalah menggunakan pas foto 3×4, 4×6 dengan background warna full color atau hitam putih. Tetapi kembali lagi ini tergantung kebijakan perusahaan yang kamu coba lamar, ada perusahaan yang tidak mempersalahkan hal tersebut.

Soal Pembahasan Psikotes GAT (General Aptitude Test)

Tulislah dengan singkat dan padat
tuliskan dengan singkat dan padat


Ketika menulis CV sebaiknya kamu menggunakan bahasa-bahasa yang lugas, singkat, dan menggunakan kata-kata yang mempunyai elemen persuasif sehingga kamu dapat menyakinkan perekrut bahwa kamu mempunyai kualifikasi atau kredensial yang kuat.

Cantumkan referensi
Selain melampirkan sertifikat atau surat referensi yang membuktikan pengalamanmu, ada baiknya kamu mencantumkan kontak referensi tempat bekerja sebelumnya. Jika suatu saat perekrut ingin mengecek kredensial (pernyataan atas pengalamanmu di CV) mereka bisa mengontak ke rekan kerja di tempat bekerja terkait.


A-Z Tentang Mencari & Melamar Pekerjaan dari Jobseeker sampai jadi Employed

A-Z Tentang Mencari & Melamar Pekerjaan dari Jobseeker sampai jadi Employed

Anda JOBLESS atau JOBSEEKER?

Sering kali admin ditanya sama teman-teman pembaca yang masih Fresh Graduate dan juga agan agan yang sudah membeli Soal Psikotes UI IST mengenai seluk beluk supaya cepat dapat kerja diperusahaan bonafit. 

Kali ini admin bakal segala A-Z seluk beluk dan tips mencari info pekerjaan dan melamar pekerjaan bagi para rekan pencari kerja (JOBSEEKER). Sejujurnya yang di share ini merupakan hal umum yang sudah menjadi pengetahuan publik, tapi bagi yang belum tahu semoga bisa bermanfaat. Artikel ini admin tulis berdasarkan pengalaman beberapa tahun dibidang HRD khususnya bidang rekrutmen pegawai. 


PERSIAPAN TEMPUR:
Sebelum terjun ke medan persaingan kerja, jangan lupa mempersiapkan perbekalan dan amunisi. Ada beberapa amunisi dokumen yang perlu disiapkan untuk memenangi pertempuran. Untuk lebih jelasnya admin bakal jelasin satu persatu.

1. Curriculum Vitae (CV)

CV adalah lembaran berisi riwayat pendidikan dan pekerjaan serta catatan prestasi (menurut wikipedia). Tentunya ini udah tidak asing buat rekan2 sekalian, di luar sana ada banyak sekali bentuk CV, template, contoh CV yang bisa dijadikan sampel. Isikan data-data CV secara benar dan jujur.

 Yang harus diingat CV merupakan media yang akan memperkenalkan rekan2 sekalian kepada perusahaan yang dilamar. Buatlah CV semenarik mungkin namun tidak membuat bingung yang membacanya. INGAT CV jangan lebih dari 3 halaman. Isilah keterangan di CV sesuai dengan perusahaan dan bidang yang kamu lamar. Tidak perlu memasukan prestasi yang sama sekali tidak ada kaitan dengan pekerjaan yang kamu lamar. 





2. Surat Lamaran kerja / Application Letter
Saran admin untuk surat lamaran kerja, buatlah sesederhana dan langsung kepada pokok permasalahan (maksud dari surat lamaran), rekan2 sekalian dapat memperkenalkan & mempromosikan diri secara singkat. Jelaskan kelebihan dan kompetensi diri secara singkat jelas dan padat. Usahakan surat lamaran tidak lebih dari 1 lembar. Tuliskan alasan mengapa HRD harus memberikan kamu kesempatan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.


3. Fotocopy dokumen pendukung
Ada banyak dokumen pendukung yang biasanya diminta oleh perusahaan pencari tenaga kerja. Abang bakal list satu persatu :
  • Ijazah (persiapkan juga copy yang udah dilegalisir)
  • Transkrip kuliah (persiapkan juga copy yang udah dilegalisir)
  • KTP
  • Piagam Penghargaan (Bila ada)
  • SKCK ( Surat Keterangan Catatan Kepolisian) bila diminta

Bila kamu melamar ke perusahaan multi nasional akan sangat mendukung bila dilengkapi dengan skor TOEFL/TOEIC atau IELTS.

4. Pas foto berwarna berbagai ukuran, biasanya yang diminta oleh perusahaan adalah yang ukurannya 2×3 , 3×4 atau 4×6, namun tidak ada salahnya mempersiapkan semuanya jaga2 jika diminta. Pas foto hendaknya diambil dengan pakaian formal (minimal kemeja dan dasi) dan rapi. Pas foto juga merupakan media yang dapat membuat perusahaan mengenal kita, jadi admin sarankan gunakanlah pas foto yang terbaik yang rekan2 punya.

Admin sarankan semua dokumen yang disebutkan diatas bisa rekan disiapkan lebih dari 3. 


Latihan Soal Psikotes

Dewasa ini, hampir semua perusahaan menggunakan Psychology Test/Tes Psikologi, TPA atau
psikotes/psikotest sebagai bagian dalam tahapan penerimaan calon pegawai. Keunikan
dari tes ini adalah pada “ketidakpastiannya”. 

Karena faktor ini dapat memutarbalikan perhitungan logis potensi seseorang. Sebagai contoh, seseorang lulusan perguruan tinggi terbaik di negeri ini dengan IPK : 3 koma dan berpengalaman sebagai asisten dosen, tidak dapat lolos dari lobang jarum ujian psikotes sehingga akhirnya harus berwirausaha karena belum pernah mampu melewati psikotes untuk diterima bekerja di sebuah perusahaan. 

Untuk Latihan Psikotes ini banyak perusahaan yang memanggil pelamar kerja untuk ujian psikotes serempak, ada pula yang melalui ONLINE.

Belakangan ini sudah banyak Perusahaan yang mempercayakan proses rekrutmen karyawan melalui Agensi Pihak ketiga (head Hunter dan Talent Management). Hal ini selain untuk menghindari KKN, juga menghemat biaya yang mesti dikeluarkan oleh perusahaan. Baik seleksi yang dilakukan langsung oleh perusahaan maupun pihak agensi selalu melalui proses saringan melalui Ujian Psikotes. Sebagai Standar, soal yang dipakai adalah model psikotes yang dikeluarkan oleh UI, yaitu IST, CFIT, EPPS, dll.  Soal Soal Psikotes tersebut sudah dapat dilihat di artikel dibawah ini:

Soal Jawaban Psikotes UI ISTSoal Jawaban Psikotes BLIT- SHLSoal Jawaban Psikotes GATSoal Jawaban Psikotes CFITSoal Jawaban Psikotes Raven SPMPembahasan psikotes DISC 

Ok. Amunisi udah disiapkan, latihan psikotes juga udah. Langkah selanjutnya adalah BERDOA.
BERDOA agar dipanggil untuk ikut tahap Psikotes dan Wawancara. Biasanya Psikotes dan Wawancara dilakukan sekaligus di hari yang sama.

Pada hari Psikotes dan Wawancara pakaian harus sesuai Dresscode dan sopan. Untuk Pria siapkan kemeja lengan panjang formal, celana kain (bahan), sepatu hitam formal (jangan sepatu sekolah ya bro) beserta kaos kakinya (klo bisa warna gelap), ikat pinggang formal. Untuk Wanita Bisa pakai Rok/Celana Panjang serta atasan formal.

Inget ... itu dresscode standart buat ngelamar kerja, tes kerja, interview dan lain sebagainya.

Saran admin hindari Atasan berwarna Hitam, karena terkadang dianggap bermakna negatif bagi HRD.

TENTUKAN TARGET OPERASI :
Ada banyak lahan yang bisa di observasi untuk mencari lowongan kerja. Paling banyak menurut admin tentunya di media web internet. Disini admin bakal share beberapa link web yang menyediakan informasi lowongan. Silahkan di cek sendiri, mana yang kiranya cocok dengan minat dan sesuai dengan kualifikasi rekan2 sekalian.

Ket: ** rekan sekalian bisa isi form online dan melamar secara online

Tahap Wawancara

Tahap ini adalah tahap menentukan berikutnya setelah ujian psikotes. Admin sudah berbagi berbagai tulisan artikel mengenai tahap ini, silahkan dibaca ya:

10 Contoh Cara Menjawab Soal Jebakan Wawancara Kerja

Tips Wawancara: Bohong saat Wawancara kerja? Apakah ketahuan?

Berbagi Pengalaman: Seleksi Psikotes dan Interview bank BCA





Monday, 24 July 2017

10 Contoh Cara Menjawab Soal Jebakan Wawancara Kerja

Ketika hendak memasuki dunia kerja, pelamar pasti akan melalui berbagai macam seleksi. Mulai dari seleksi administrasi, seleksi tertulis yang kadang terdiri dari beberapa tahap, seleksi wawancara, tes psikologi hingga seleksi kesehatan.


Diantara sekian banyak seleksi yang harus dijalani, seleksi wawancara nampaknya menjadi hal paling menakutkan bagi peserta seleksi. Mengapa? Sebab dalam seleksi wawancara kerja, pelamar akan langsung bertatap muka dengan atasan.

Dimana ketika seleksi wawancara ini berlangsung, yang akan diperhatikan oleh pihak perusahaan bukan sekedar jawaban yang anda berikan namun juga bahasa tubuh serta penampilan saat wawancara anda akan dinilai. Dari setelan baju, gestur, sampai gaya bicara.
Tak cukup di situ, dalam seleksi wawancara kerja, biasanya anda pun akan menjumpai beberapa soal jebakan yang bisa membuat anda terlihat begitu ceroboh ketika tak dapat menjawabnya dengan tepat.
Untuk itulah, bagi anda yang hendak menghadapi seleksi wawancara kerja, ada baiknya anda tahu sebenarnya seperti apa sih contoh soal jebakan dan cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja.
Nah berikut ini beberapa contoh dan cara menjawab soal jebakan saat interview kerja.

1. Soal : Bagaimana anda mendeskripsikan diri anda dalam 3 kata saja

Ketika anda mendapat soal semacam ini, cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yang tepat adalah dengan mendreskipsikan 3 kata yang menggambarkan diri and dalam 3 segi.
Yang pertama, pilih kata yang berhubungan erat dengan pekerjaan yang ingin anda dapatkan, semisal ketika anda melamar dalam sebuah perusahaan percetakan buku maka kata yang bisa anda pilih seperti kreatif.
Kemudian untuk kata yang kedua, anda bisa menonjolkan kelebihan anda dalam hal lain seperti cerdas. Dan kata yang terakhir tunjukkan sisi positif anda dalam kehidupan bersosialisasi seperti jujur.
Beberapa contoh kata tersebut telah mampu menggambarkan diri anda secara keseluruhan. Dan yang perlu anda ingat, pastikan anda tak menjawab soal ini hanya dengan 3 kata yang masih dalam 1 segi atau bahkan memiliki makna yang hampir sama.

2. Soal : Apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini?

Soal kedua yang sering kali membuat para pelamar terlihat gugup adalah ketika ditanya terkait perusahaan tersebut. Sering kali orang membuat jawaban fatal dengan cara membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lain.
Justru cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja semacam ini, anda hanya perlu menjelaskan keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan terkait tanpa perlu membandingkan dengan perusahaan lain.
Jawaban yang seperti inilah yang akan membuat anda terlihat lebih fokus dan memiliki keinginan tinggi agar dapat masuk dalam perusahaan tersebut.

3. Soal : Mengapa anda ingin bekerja di perusahaan ini, apa alasannya?

Masih terkait dengan pertanyaan sebelumnya, di mana cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yang paling tepat adalah dengan menjabarkan alasan anda secara jujur tanpa merendahkan perusahaan lain yang tak ingin anda kunjungi.
dalam hal ini, yang perlu anda tekankan adalah bagaimana cara anda mampu menyampaikan alasan positif yang tak hanya akan memberikan dampak baik pada diri anda. Namun juga mampu memberikan dampak baik bagi perusahaan.
Semisal dengan menjawab bahwa perusahaan tersebut memberikan anda kesempatan untuk lebih mengembangkan skill anda dengan baik. Dengan begitu, otomatis tak hanya skill anda yang akan berkembang dengan baik namun juga akan memberikan dampak baik bagi perusahaan. Yaitu kemajuan karena skill pekerjanya yang juga meningkat.

4. Soal : Hal atau prestasi apa yang paling membanggakan dalam karir anda?

Ketika pihak pewawancara memberikan pertanyaan ini, biasanya mereka akan mencari tahu bagaimana karir anda sebelum masuk dalam perusahaan tersebut.
Dan cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yang tepat dalam menjawab pertanyaan ini, justru bukan dengan memberikan semua penjelasan terkait prestasi atau proyek yang berhasil anda kerjakan. Lebih fokuslah pada proyek yang berhubungan dengan pekerjaan yang sedang anda lamar ini.
Semisal anda melamar di perusahaan dagang, maka jelaskan saja beberapa proyek marketing yang berhasil anda tangani dengan baik. Dan untuk proyek lain yang tak berhubungan dengan pekerjaan ini, baiknya tak begitu ditekankan.

5. Soal : Bagaimana pemikiran anda terkait dengan pekerjaan ini?

Dari gaya bahasanya saja mungkin anda sudah bisa menebak jika ini merupakan soal jebakan yang akan sangat membahayakan. Bagaimana tidak, ketika mendapat pertanyaan seperti ini, biasanya anda harus menjelaskan opini anda yang terkadang berbeda dengan pihak pewawancara.
Namun tak perlu panik, cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yang tepat untuk pertanyaan ini adalah hanya dengan memberikan jawaban jujur yang tegas.
Pastikan anda memiliki minat atau kesenangan dalam menjalani pekerjaan tersebut terlebih dahulu, dengan begitu jawaban yang akan muncul terkait pertanyaan kelima ini bisa terangkai dengan mudahnya.
Selain itu, anda juga harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara kerja dari posisi yang anda lamar. Dengan begitu, anda bisa memberikan jawaban yang sinkron antara jawaban kerja dengan pekerjaan yang akan anda lakukan di posisi tersebut.

6. Soal : Berapa waktu yang anda butuhkan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kami?

Ketika mendapat soal jebakan yang satu ini, sering kali calon pekerja akan memberikan jawaban waktu yang sangat singkat. Padahal, ketika diberikan jawaban tersebut, pihak perusahaan tidak semudah itu mempercayainya.
Bagaimana tidak, dalam waktu yang begitu dekat biasanya seseorang akan beradaptasi terlebih dahulu. Baru kemudian penyesuaian diri dan pengoptimalan diri dalam menjalani pekerjaan tersebut.
Untuk itulah, cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yaitu dengan memberikan jawaban waktu yang realistis saja. Semisal ketika anda bekerja dalam posisi marketing, mungkin jawaban yang akan sesuai yaitu berkisar 3 bulan lebih.

7. Soal : Setelah membaca CV anda, kami merasa anda terlalu berpengalaman dalam posisi ini, Bagaimana pendapat anda?

Ya, selain memberikan pertanyaan yang akan menguras tentang bagaimana diri anda dan minta anda, sering kali pihak pewawancara juga memberikan soal jebakan yang berupa pujian.
Nah dalam hal ini, kunci utama anda tak boleh sombong. Pastikan diri anda tetap tenang dan memiliki sikap rendah hati serta semangat demi mendapatkan pekerjaan tersebut.
Jawaban yang mampu menunjukkan minat dan semangat anda ini bisa ditunjukkan dengan jawaban bahwa anda memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dan memberikan yang terbaik pada perusahaan yang baru anda masuki ini.
Cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja ini juga akan memberikan kesan tenang pada diri anda. Juga kesan mau bekerja keras demi mendapatkan hasil yang lebih baik dari pengalaman di perusahaan sebelumnya.

8. Soal : Bos seperti apa yang menurut anda buruk dan baik untuk bekerja sama?

Mungkin ini akan menjadi satu soal tersulit yang akan anda jawab. Tapi jika anda mengetahui cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja, sebenarnya soal jebakan ini sangat mudah di jawab.
Anda hanya perlu menjawab “saya mampu bekerja sama dengan siapa saja, karakter tak akan menjadi masalah asalkan mampu berkomunikasi dengan baik dan merencanakan segala sesuatu bersama dengan baik maka tidak akan ada bos yang butuk”.
Contoh jawaban seperti itulah yang akan menunjukkan bahwa diri anda tak pernah mempermasalahkan karakter seseorang, hanya bagaimana anda dan pihak atasan sama-sama memiliki keinginan untuk dapat bekerja sama dengan baik demi hasil yang maksimal.

9. Soal : Mengapa anda berhenti dari pekerjaan sebelumnya

Jika pertanyaan jebakan sebelumnya menuntut anda untuk lebih jujur dan terbuka, namun lain untuk pertanyaan jebakan yang satu ini. Dimana anda tak harus memberi tahu alasan pribadi mengapa anda berhenti dari pekerjaan sebelumnya.
Justru cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yang tepat untuk pertanyaan ini adalah penekanan pada motivasi anda ingin melamar di perusahaan ini. Tunjukkan bahwa anda ingin mendapatkan posisi yang lebih sesuai dengan kemampuan anda di perusahaan ini.
Sebab untuk wawancara kerja, penjabaran alasan pribadi untuk pertanyaan semacam ini akan membuat anda terlihat tidak profesional dalam bekerja.

10. Soal : Jika boleh memilih perusahaan manapun, dimana anda ingin bekerja?

Pertanyaan jebakan terakhir yang sering kali diberikan oleh para pewawancara adalah pertanyaan tentang keinginan anda. Nah untuk menjawab pertanyaan yang satu ini. Akan lebih baik jika menyebutkan perusahaan tempat anda bekerja sebagai perusahaan pilihan anda.
Seperti jawaban “sebenarnya, ketika saya melihat target perusahaan yang inginkan, perusahaan ini telah menjadi pilihan saya. Sebab disini saya melihat banyak hal yang sudah berhasil dikembangkan oleh perusahaan ini, dan saya ingin menjadi bagian dari perkembangan atau proyek yang dikerjakan perusahaan ini”.
Jawaban semacam ini tentu akan membuat pihak perusahaan lebih mempertimbangkan anda sebagai karyawanya. Hindari menyebutkan nama perusahaan lai jika anda tidak ingin pihak perusahaan yang anda inginkan justru meragukan anda sebagai karyawannya.
Itulah beberapa contoh soal jebakan dan cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yang tepat. Yang terpenting, ketika anda menghadapi jenis-jenis pertanyaan seperti di atas, buat diri anda tetap tenang dan tak terlihat tergesa-gesa.
Sebab ketika anda terlihat tenang itu pun akan menjadi nilai tambahan bagi anda. Dengan kesan anda pun mampu menghadapi segala permasalahan dalam bekerja dengan tenang.
Selain itu, anda juga perlu tegas dalam memberikan jawaban. Pastikan anda tidak terlihat pli plan atau bingung. Ketika anda sudah memulai menjawab pertanyaan, sebaiknya fokus pada satu tujuan jawaban anda. Hindari pikiran yang dapat membuat diri anda sendiri ragu dengan jawaban yang anda berikan.
Kemudian, anda pun harus memberikan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan. Jangan sampai anda tidak focus dan menjawab dengan pernyataan yang tidak nyambung soal yang diberikan.
Karena tahukah anda, dari jawaban-jawaban yang anda berikan pihak pewawancara pun dapat menilai bagaimana kinerja anda nantinya. Baik dari segi skill yang anda miliki, semangat kerja yang anda miliki, kemampuan bekerja sama hingga motivasi dan keinginan anda untuk membuat kemajuan dalam perusahaan tersebut.
Itulah beberapa tips yang bisa anda coba untuk menghadapi seleksi wawancara kerja. Ingat, sebelum membuat surat lamaran pekerjaan dan  melamar pekerjaan usahakan anda selalu memilih perusahaan dan posisi pekerjaan yang sesuai dengan skill dan latar belakang pendidikan anda. Dengan begitu, pihak perusahaan pun akan lebih mudah tertarik pada anda.
Dapatkan Ebook Gratis (selama masa Promo) hanya dengan membeli :
Kumpulan soal dan Pembahasan Psikotes
Ebook Gratis
1. Tips Menjawab Pertanyaan Wawancara dan Jawabannya
2. Top Q/A Job Interview and Model Answer (untuk interview Bahasa Inggris)
disusun oleh penulis yang berpengalaman 10 tahun dibidang perekrutan karyawan. 

Sunday, 14 May 2017

Tips Wawancara: Bohong saat Wawancara kerja? Apakah ketahuan?

Berbohong saat tes wawancara bukan hanya tak berguna, tapi juga bisa membuat Anda tidak diterima. Lebih bijaksana bila pertanyaan dijawab apa adanya, spontan, langsung ke pokok persoalan, tidak mengada-ada, tidak menggurui, dan sopan.


Padahal tinggal wawancara lo, kok gagal. Dulu juga begitu, selalu kandas di tahap ini". Keluhan macam itu banyak kita dengar dari mereka yang tak lolos dalam wawancara psikologi untuk melamar kerja. Sebuah kenyataan yang menyesakkan, apalagi kebanyakan tahapan wawancara berada diakhir proses seleksi. Lolos di sini berarti si calon diterima di tempat kerja yang baru.

Wawancara psikologi punya banyak makna. Ada beberapa versi, salah satunya, menurut Bingham dan Moore, wawancara adalah "... conversation directed to define purpose other than satisfaction in the conversation itself". Sedangkan menurut Weiner, "The term interview has a history of usage going back for centuries. It was used normally to designate a face to face meeting of individual for a formal conference on some point."

Dari kedua definisi itu didapatkan kondisi bahwa wawancara adalah pertemuan tatap muka, dengan menggunakan cara lisan, dan mempunyai tujuan tertentu.

Jangan dibayangkan wawancara itu sama dengan interogasi karena tujuan utamanya memang "berbeda", meskipun sedikit serupa dalam hal menggali dan mencocokkan data. Yang pasti, cara yang dipergunakan dalam kedua hal itu berlainan.

Interogasi lebih menekankan pada tercapainya tujuan, dengan berbagai cara dan akibat, baik secara halus maupun kasar. Posisi interogator lebih tinggi dan bebas daripada yang diinterogasi, serta lebih langsung.

Bandingkan dengan wawancara psikologi, di mana kedudukan antara pewawancara dan yang diwawancarai relatif setara. Kondisinya pun berbeda, karena tidak ada penekanan serta tidak menggunakan kekuasaan. Bahkan dalam kondisi ekstrem, seorang calon karyawan yang diwawancarai bisa saja tidak menjawab, pewawancara pun tidak akan memaksa. Namun, hal itu tentu akan sangat mempengaruhi penilaian dalam pengambilan keputusan seorang psikolog.

Cocok berbobot

Wawancara dalam tes psikologi (psikotes) sebenarnya satu paket dengan tes tertulisnya. Tes ini bertujuan mencari orang yang cocok dan pas, baik dari tingkat kecerdasan, serta sifat dan kepribadian. Istilah kerennya mendapatkan "the right man in the right place".

Dasar pemikiran lain kenapa perlu diadakan seleksi, yaitu adanya perbedaan potensi yang dimiliki setiap individu. Perbedaan itu akan menentukan pula perbedaan dalam pola pikir, tingkah laku, minat, serta pandangannya terhadap sesuatu. Kondisi itu juga akan berpengaruh terhadap hasil kerja. Bisa jadi suatu pekerjaan atau jabatan akan lebih berhasil bila dikerjakan oleh individu yang mempunyai bakat serta kemampuan seperti yang dituntut oleh persyaratan dari suatu pekerjaan atau jabatan itu sendiri.

Ada beberapa tujuan spesifik dari wawancara psikologi. Pertama, observasi. Dalam hal ini calon kar-yawan dilihat dan dinilai. Mulai dari penampilan, sikap, cara menjawab pertanyaan, postur - terutama untuk pekerjaan yang memang membutuhkannya, seperti tentara, polisi, satpam, dan pramugari. Penilaian juga menyangkut bobot jawaban dan kelancaran dalam menjawab.

Demikian pula perilaku dan sikap-sikap yang akan muncul secara spontan bila berada dalam situasi yang baru dan mungkin menegangkan. Misalnya, mata berkedip-kedip atau memutar jari-jemari yang dilakukan tanpa sadar.

Dalam hal bobot jawaban, misalnya, si calon bisa dinilai apakah ia memberikan jawaban yang dangkal atau tidak, atau malah berbelit-belit. Jawaban berupa "Ingin naik pesawat" atau "Ingin ke luar negeri" merupakan contoh jawaban yang dinilai dangkal atas pertanyaan alasan menjadi pramugari.

Sedangkan kelancaran dalam menjawab biasanya dinilai dari berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh seorang calon karyawan untuk menjawab pertanyaan.

Dalam wawancara psikologi yang diperlukan sebenarnya jawaban spontan dan tidak mengada-ada. Misalnya, apabila ditanya alamat, sebut saja alamat kita. Tidak usah ditambah-tambahi atau malah berlagak sok pintar.

Tujuan berikutnya dalam tes wawancara adalah menggali data yang tidak didapatkan dari tes tertulis. Misalnya, apakah istri bekerja, anak bersekolah di mana, masih tinggal bersama orangtua atau tidak, serta apa judul skripsi dan berapa nilai yang didapat.

Yang tidak kalah penting dalam mempengaruhi penilaian adalah kecocokan data. Benarkah data yang ditulis oleh sang calon?

Atas dasar itu seorang psikolog sering melontarkan pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman dan intelegensi si calon. Misalnya, calon mengaku berpendidikan S2, maka diajukan pertanyaan yang sesuai dengan tingkat pendidikan itu. Bila jawabannya kurang bermutu, dapat saja diambil kesimpulan bahwa calon memiliki intelegensi yang kurang atau dianggap tidak serius selama menjalani proses pendidikan.

Sering juga terjadi hasil tes tulis bagus, tapi hasil wawancaranya kurang meyakinkan. Hal ini bisa terjadi karena mungkin ia telah beberapa kali mengikuti psikotes atau pernah mengikuti bimbingan psikotes. Tes ulang dapat menjadi alat untuk mengatasi keraguan itu.

Dalam konteks di atas, tidaklah mungkin seorang calon membohongi psikolog. Riskan pula bila dia tidak menjawab dengan sebenarnya. Terbuka sudah kepribadiannya yang tidak jujur, padahal kejujuran merupakan prasyarat penting untuk perusahaan.

Pada wawancara untuk evaluasi karyawan atau promosi jabatan biasanya data curiculum vitae (CV) dari instansi atau perusahaan sudah diberikan semua dari Bagian Personalia.

Manfaat lain wawancara adalah melengkapi data yang terlupakan atau tidak tertulis secara lengkap. Misalnya, sudah pernah mengalami psikotes atau belum. Kalau sudah, berapa kali? Untuk apa? Lulus atau tidak? Mungkin juga minat ataupun gaji yang diinginkan. Yang terakhir, manfaat wawancara yaitu untuk membuat keputusan.

Dari hasil pemeriksaan psikologi tertulis dan wawancara, dibuatlah kesimpulan, apakah calon ini memenuhi syarat seperti job description yang diberikan oleh perusahaan atau tidak.

Terkadang ada psikotes yang tidak menggunakan wawancara. Semua itu tergantung tujuan pemeriksaan, ketersediaan data yang mungkin sudah lengkap, serta tidak begitu mensyaratkan penampilan atau postur. Misalnya, bila yang diperlukan operator komputer, yang penting dia bisa komputer dan inteligensinya cukup.