Showing posts with label lolos psikotes bank. Show all posts
Showing posts with label lolos psikotes bank. Show all posts

Thursday, 24 August 2017

Pembahasan mengenai Psikotes FACT (Flannagan Aptitude Clasification Test)


Pembahasan mengenai Psikotes FACT (Flannagan Aptitude Clasification Test)



FACT disusun oleh J C Flanagan, seseorang professor psikologi pada Universitas Pittsburgh dan direktur American Institute for Research. psikotes ini dikembangkan dalam usaha untuk mendapatkan suatu system klasifikasi baku dalam penentuan bakat dan kemampuan dasar seseorang pada tugas-tugas tertentu. Dikembangkan untuk mendapatkan suatu sistem klasifikasi baku dalam penentuan bakat dan kemampuan dasar seseorang dalam tugas tertentu. Fact Merupakan seperangkat psikotes yang terdiri atas 14 soal psikotes yang dapat dipergunakan secara keseluruhan atau sebagian-sebagain. Dikembangkan untuk mendapatkan suatu sistem klasifikasi baku dalam penentuan bakat dan kemampuan dasar seseorang dalam tugas tertentu.


Penggunaan tes ini digunakan untuk:
  1. Alat bantu untuk memprediksi kerja dan perencanaan program latihan dalam rangka konseling pekerjaan dan 
  2. Alat seleksi dan penempatan karyawan.
  3. Alat bantu memprediksi keberhasilan kerja
  4. Untuk konseling pekerjaan

Tes FACT terdiri atas 14 item soal, dapat digunakan keseluruhan atau sebagiannya saja:
  1. Inspection. Mengukur kemampuan seseorang untuk meneliti adanya ketidaksempurnaan dari sebuah benda secara tepat dan teliti. 
  2. Coding. Mengukur kemampuan untuk memahami kode-kode yang diberikan, kemudian menggunakan kode itu dalam tugas yang sesungguhnya.
  3. Memory. Mengingat kembali kode yang telah dipelajari dalam coding.
  4. Precission. Mengukur kecepatan dan ketepatan untuk membuat tingkat-tingkat kecil dengan menggunakan satu tangan atau dua tangan bersama-sama.
  5. Assembly. Untuk mengukur kemampuan seseorang di dalam melihat sesuatu bentuk benda apabila bagian-bagian benda itu disusun sesuai dengan instruksi.
  6. Scales. Mengukur kecepatan dan ketelitian untuk membaca scala dan grafik. 
  7. Coordination. Yaitu koordinasi gerakan tangan dan lengan dan untuk mengadakan kontrol terhadap gerakan yang terus menerus mengikuti suatu arah.
  8. Judgment and Comprehension. Mengukur sesuatu melalui yang dibaca, kemudian untuk berfikir secara logis dan mengadakan penilaian secara praktis.
  9. Arithmatic. Mengukur kecakapan bekerja dengan angka-angka secara cepat dan tepat.
  10. Patterns. Kemampuan mengutip pola-pola baik dalam posisi yang sama maupun terbalik..
  11. Compenents. Kemampuan untuk mengetahui bagian benda yang ada di dalam suatu keseluruhan benda.
  12. Tables. Kecepatan dan ketelitian membaca tabel dari angka dan huruf.
  13. Mechanics. Kemampuan untuk memahami prinsip-prinsip mekanika dan menganalisa gerakan-gerakan mekanis.
  14. Expression. Diungkap mengenai pengetahuan bahasa terutama menyusun bahasa.
FACT yang telah diadaptasi di Indonesia terdiri atas 8 psikotes:
1. Tes kode dan ingatan (D2)
2. Tes merakit objek (C1)
3. Tes skala dan grafik (C8)
4. Tes pemahaman (A1)
5. Tes mengutip (B4)
6. Tes komponen (C2)
7. Tes table (D3)
8. Tes ungkapan (A6)

Penyajian FACT
Cara penyajian tes Flanagan Aptitude Classification Test (FACT) melalui beberapa tahap berikut :
1.      Melalui 2 sesion
2.      Session 1 unt 8 tes pertama dg selang waktu istirahat 10 menit setelah tes yg ke 5.
3.      Session 2, unt tes 9 hingga tes ke 14. Dg selang wkt istirahat 10 menit setelah tes ke 11 selesai.
4.      Kesemuanya bisa dilakukan dlm bentuk klasikal maupun individual



Tuesday, 22 August 2017

Psikotes Memasang Bagian Gambar (Matching Part and Figures Test)

Psikotes Memasang Bagian Gambar (Matching Part and Figures Test)


PSIKOTES memasang bagian gambar ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan kita dalam menyusun secara sistematika bagian-bagian persoalan menjadi permasalahan pokok. Tesgambar ini jarang bahkan hampir tidak pernah disertakan dalam tes seleksi CPNS, namun tes gambar ini sering diikut sertakan dalam seleksi karyawan untuk menempati posisi tertentu dalam struktur organisasi manajemen.

Pertanyaan pada tes memasang bagian dan gambar ini bertujuan untuk mengungkap kemampuan kita mencocokan bagian atau potongan-potongan gambar sehingga menjadi satu gambar utuh. Pada tes psikologi ini biasanya meliputi tiga model yang dipertanyakan.


  1. Mencari pasangan potongan yang cocok, yang apabila disusun dapat menyerupai gambar yang dipertanyakan (gambar disebelah kiri),
  2. menentukan kelompok potongan mana yang cocok yang apabila disusun kembali akan menjadi sama dengan bentuk pola dari gambar sebelah kiri,
  3. mengidentifikasikan poola yang lengkap yang merupakan rangkaian dari gambar di sebelah kiri.
Potongan atau kelompok, atau gambar lengkap manakah dari gambar bertanda (A), (B), (C), (D) dan (E) yang cocok dengan gambar di sebelah kiri. Berilah tanda X (silang) jawaban pada huruf (A), (B), (C), (D), dan (E) yang menurut anda paling tepat atau cocok dengan gambar yang di sebelah kiri.

Contoh 1




Pasangan potongan gambar yang di sebelah kanan yang dapat melengkapi gambar di sebelah kiri adalah potongan A dan B.

Contoh 2



Dari kemungkinan kelompok potongan gambar yang bisa direkonstruksi menjadi gambar utuh seperti dalam gambar di sebelah kiri adalah kelompok gambar A.

Contoh 3




Apabila pasangan potongan gambar di sebelah kiri disusun maka gambar yang paling cocok dengan pasangan potongan gambar trsebut adalah gambar B.

Bacaan lain:
Cara Menghadapi Psikotes
Psikotes untuk Masuk BUMN dan PNS
Soal Psikotes Bank BRI, MANDIRI, BNI, BTN
Kunci Jawaban Tes Kemampuan Verbal
Rahasia dibalik tes Menggambar Pohon, Orang dan Wartegg

Wednesday, 3 May 2017

Soal Psikotes: Metode Tes IQ dengan Raven Standar dan Advanced Progresive Matriks

Soal Psikotes: Metode Tes IQ dengan Raven Standar Progresive Matriks dan Raven Advanced Progressive Matriks


Mau punya soal psikotes Standard Progresive Matriks?

Silahkan baca artikel ini:
Paket Soal Jawaban Pembahasan Psikotes UI-IST-TOEFL


Catatan: Selain tes Raven, metode yang paling banyak dipakai adalah tes IST Amthauer, cek artikelnya disini:

Mengenal lebih baik psikotes IST Amthauer a.k.a Tes IQ


R-SPM (Raven’s Standard Progressive Matrices) merupakan salah satu bentuk test inteligensi yang tidak membutuhkan kemampuan verbal ataupun kemampuan dalam berhitung sama sekali. RPM menggunakan kemampuan spasial, yaitu kemampuan dalam merangkai bentuk dan juga ruang dalam mengerjakannya. RPM merupakan bentuk test inteligensi yang sifatnya supplementary, atau bisa disebut sebagai test tambahan dalam rangkaian test inteligensi. Test RPM ini bisa diberikan secara indivudal, maupun klasikan atau kelompok. Sama seperti beberapa test inteligensi lainnya, RPM (Raven’s Progressive Matrices) merupakan bentuk test inteligensi yang sifatnya battery test, yang artinya, pengerjaannya diberi batasan waktu.

RPM merupakan test yang cenderung umum dan universal, dan banyak digunakan untuk mengetes kapasitas atau kategori inteligensi pada usia 16 hingga 60 tahun. Terdapat 3 bentuk RPM, yaitu APM (Advanced Progressive Matrices,  CPM atau Colored Progressive Matriced (Untuk usia anak – anak), dan juga SPM atau Standard Progressive Matrices (untuk usia remaja dan dewasa). Semua test tersebut memiliki administrasi yang sama, dan hanya berbeda dari sisi soal dan juga warna saja.

Pada kali ini kita akan mengenai test Raven Standard Progresive Matrices

Gambaran mengenai test RSPM

Secara umum, test RSPM ini terdiri dari dua buah buku soal, yaitu buku set 1 dan set 2. Buku soal set 1 terdiri dari 12 soal, dan set 2 memiliki jumlah 36 soal. Dalam test RSPM, terdapat sebuah gambar di dalam bentuk persegi besar (bisa dianggap sebagai taplak meja, kain, ataupun pola) dimana satu bagian dari persegi tersebut kosong (tidak memiliki pola). Tugas dari peserta atau klien adalah mengisi pola atau bagian yang kosong tersebut, dengan memilih satu dari 8 buah pilihan potongan pola, yang cocok dan membuat persegi atau kain tersebut memiliki pola yang utuh.
Skoring pada test RPM sangatlah mudah. Skorer hanya perlu melihat kunci jawaban yang sudah tersedia di dalam buku manual atau buku petunjuk. Kemudian, skorer menghitung, berapa jumlah kesalahan, dan juga berapa jumlah nomor yang dijawab dengan benar oleh klien ataupun peserta. Sehingga nantinya, test RPM ini akan menunjukkan hasil skoring berupa :
  1. Jumlah benar
  2. Jumlah salah
  3. RS
  4. SS
RS dan juga SS pada lembar skoring test RPM ini berkaitan erat dengan skor dan juga konversi skor. RS merupakan kependekan dari Raw Score, alias skor mentah. Raw Score ini merupakan nilai atau skor dari total jumlah jawaban benar yang dihasilkan oleh klien atau peserta. Sedangkan yang dimaksud SS adalah Scaled Score. Scaled Score merupakan nilai atau skor hasil konversi dari Raw Score, dengan menggunakan norma konversi RPM yang sudah terstandarisasi.
Hasil SS atau scaled score ini menjadi tolak ukur dalam menginterpretasikan kategori kecerdasan atau inteligensi seseorang. perlu diingat, test RPM tidak akan menghasilkan skor IQ pada peserta atau klien, namun hanya menghasilkan kategori kecerdasan atau kategori inteligensi dari peserta atau klien saja. Ada beberapa kategori kecerdasan pada test RPM, yaitu :
  1. Kategori superior
  2. Kategori di atas rata – rata
  3. Kategori rata – rata
  4. Kategori di bawah rata – rata
RPM sangat berguna ketika tester / psikolog / psikiater / assessor ingin melihat kapasitas intelektual dari individu atau klien dengan cepat dan singkat, tanpa perlu memberikan test inteligensi ataupun tanpa membutuhkan skor IQ yang dimiliki oleh individu.


Bacaan Lain
Soal dan Kunci Jawaban Psikotes UI-IST
Soal dan Kunci Jawaban Psikotes BLIT
Cara Menghadapi Psikotes
Psikotes untuk Masuk BUMN dan PNS
Soal Psikotes Bank BRI, MANDIRI, BNI, BTN
Kunci Jawaban Tes Kemampuan Verbal
Rahasia dibalik tes Menggambar Pohon, Orang dan Wartegg



Dengan paket psikotes kami anda tidak perlu lagi sampai repot mencari guru les privat atau Private Tutor untuk belajar tes masuk kerja dan tes CPNS.


Tuesday, 7 February 2017

TIPS: Cara Jitu persiapan menghadapi Psikotes seleksi kerja di perusahaan, BANK, dan BUMN

TIPS: Cara Jitu Menghadapi Psikotes!


            Perlu diketahui bahwa banyak orang yang nilai akademisnya bagus tetapi gagal dalam mengerjakan psikotes. Ini membuktikan bahwa perlu beberapa strategi khusus dalam mengerjakan soal psikotes. Di sini akan dibahas mengenai bagaimana trik jitu pada saat persiapan menghadapi psikotes dan ketika menghadapi tes yang sesungguhnya.
1.      Cara Belajar
Selain latihan rutin, ada strategi belajar lain yang perlu Anda ketahui:
§  Mendeteksi kelemahan. Dari berbagai tes kemampuan yang disuguhkan dalam psikotes, Anda harus segera mencari di mana kelemahan Anda pada saat mengerjakan soal. Caranya, dengan mencoba atau simulasi sendiri soal-soal latihan psikotes, kemudian cek kembali hasil simulasi tes Anda. Tes apakah yang memiliki skor terendah itulah yang menjadi fokus belajar Anda.
§  Ikutilah pelatihan psikotes jika dibutuhkan atau belilah soal psikotes untuk belajar sendiri. Jika Anda merasa cukup dengan latihan rutin dari buku-buku yang Anda beli, maka Anda tidak perlu melakukan hal ini. Namun, jika Anda merasa tidak mengerti dengan pembahasan yang ada di dalam buku, Anda bisa segera mengikuti pelatihan psikotes karena dalam pelatihan akan diulas strategi khusus untuk menyelesaikan soal dengan waktu cepat.
§  Untuk beberapa bulan sebelum psikotes, tidak ada salahnya Anda memperdalam pemahaman matematika dan trik menghitung cepat. Lakukan latihan sebanyak mungkin dan pahamilah cara mengerjakannya. Dan jangan lupa, Anda tidak perlu menghafalkan rumus.
§  Pertajam kemampuan logika Anda dengan banyak mengerjakan soal dengan cara yang cerdik dan singkat.
§  Sehari sebelum ujian, berhentilah melakukan aktivitas belajar. Hal ini dilakukan supaya Anda tidak kelelahan secara fisik maupun pikiran.
2.      Menghadapi Psikotes
§  Sebelum melakukan tes, sebaiknya sarapan terlebih dahulu, karena kondisi fisik Anda harus benar-benar fit. Ingat! Anda akan mengerjakan 250 soal dalam waktu 3 jam.
§  Saat akan mengerjakan soal psikotes, kondisikan diri Anda dalam keadaan rileks, tidak panik, dan konsentrasi penuh. Panik akan membuat Anda ceroboh dan terburu-buru dalam mengerjakan soal. Begitupun jika kondisi fisik Anda tegang, biasanya akan berpengaruh terhadap logika Anda yang akan bekerja lebih rumit daripada biasanya.
§  Jika telah diperbolehkan, isilah identitas Anda terlebih dahulu dengan lengkap dan benar, jangan langsung melihat soal!
§  Perhatikan baik-baik pengarahan dari pengawas tes dan ikuti semua petunjuknya. Demikian juga petunjuk yang ada dalam soal tes, jangan lupa membaca dan memperhatikannya dengan saksama.
§  Pergunakan  waktu  sebaik  mungkin dan  kerjakan  semaksimal  mungkin. Jangan  mengerjakan  soal  yang  mudah tetapi waktunya lama, karena biasanya waktu  yang  diberikan untuk  menjawab soal psikotes memang terbatas.
§  Selalu awali dan akhiri dengan doa, supaya Anda lebih tenang dalam proses mengerjakan soal.
§  Jangan berpikir untuk mengerjakan seluruh soal psikotes dengan benar. Dalam setiap bagian tes, kerjakan soal yang menurut Anda mudah terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan soal yang lebih sukar. Coba cek soal dari belakang pada setiap bagian tes, biasanya soal pada bagian belakang lebih mudah dikerjakan dibandingkan soal awal.

§  Jangan pernah penasaran pada soal yang belum bisa Anda jawab. Hal ini akan membuat waktu dan energi Anda tersita pada satu soal tersebut. Ingat! Semua soal psikotes memiliki bobot yang sama. Jadi, jangan membuang-buang waktu pada soal yang rumit.

Bacaan Lain
Soal dan Kunci Jawaban Psikotes UI-IST
Soal dan Kunci Jawaban Psikotes BLIT
Cara Menghadapi Psikotes
Psikotes untuk Masuk BUMN dan PNS
Soal Psikotes Bank BRI, MANDIRI, BNI, BTN
Kunci Jawaban Tes Kemampuan Verbal
Rahasia dibalik tes Menggambar Pohon, Orang dan Wartegg

Thursday, 15 December 2016

Rahasia dibalik psikotes Wartegg yang perlu diketahui

Rahasia dibalik psikotes Wartegg yang perlu diketahui

Psikotes wartegg biasanya diujikan bersamaan dengan psikotes UI-IST