Monday, 3 June 2019

Apa itu Psikotes? Tips menghadapi psikotes

Bagi pembaca blog psikotes ini pasti sudah sering mendengar istilah psikotes, pernah baca istilah psikotes dan bahkan sudah pernah ikut psikotes. Mungkin masih ada adek adek yang baru mengenal istilah psikotes ini. Artikel ini akan bahas secara singkat mengenai psikotes, pembahasannya kita buat singkat biar bisa dipahami cepat.



1. Apa itu Psikotes? 


Berikut definisi psikotes  yang diberikan ahli:

Peters & shetzer (1974) mendefinisikan arti psikotes sebagai suatu prosedur / langkah-langkah yang sistematis untuk mengobservasi tingkah laku individu dan menggambarkan tingkah laku itu melalui skala angka atau sistem kategori


Anne & Anastasi (1990) menjelaskan pengertian psikotes: A Psychological test essentially an objective and standardized measure of a sampel of behavior.

Definisi psikotes menurut buku teks psikologi:

Psikotes adalah istilah yang dipakai untuk mendeskripsikan Serangkaian Tes Psikologi (Psychological Assessment) yang dilakukan untuk mengukur dan mengetahui gambaran diri testee (orang yang di tes) secara menyeluruh mulai dari kemampuan kognitif, kondisi emosional, motivasi, kepribadian, kecenderungan sikap dan aspek lainnya terkait kondisi psikologis seseorang.

Aspek yang umumnya diukur dalam psikotes:
1. Aspek Intelektual (Seperti Tes IQ, Tes skolastik, Tes deret angka numerik, tes logika formil, dll) contoh psikotes yang biasa dipakai adalah CFIT (Culture Fair Intelligence test), tes IST dan lainnya.

2. Aspek Kepribadian (Seperti tes EQ, tes sifat, tes kejujuran, tes kecendrungan) contoh psikotes yang sering dipakai seperti MMPI, 16 PF, EPPS

3. Aspek Performa dan Prilaku kerja (Tes jenis ini biasanya lebih spesifik mengenai kecendrungan individu dalam melakukan aktivitas kerja atau menghadapi masalah juga performa kerja seperti endurance dll) contoh psikotesnya adalah MSDT, Tes Kraeplin.

Baca juga: Ini dia Rahasia dibalik psikotes kraeplin yang selebar Koran

Penggunaan Psikotes


Psikotes banyak sekali penggunaannya dalam sehari hari misalnya:
1. Tes masuk institusi pendidikan ternama: Psikotes masuk SMA, Psikotes masuk Kuliah, psikotes Beasiswa seperti LPDP, Psikotes TNI, psikotes POLRI, Psikotes sekolah kedinasan seperti STAN STIS dll
2. Tes seleksi karyawan : Psikotes masuk kerja, Psikotes masuk bank BCA, Psikotes BRI, Psikotes BNI, Psikotes Mandiri, Psikotes Unilever, Psikotes Sampoerna, Psikotes Pertamina, psikotes masuk BUMN, psikotes untuk CPNS dan psikotes naik jabatan
3. Psikotes untuk kebutuhan klinis: biasanya dipakai untuk kebutuhan psikiatri

Tips Menghadapi Psikotes



1. Baca banyak artikel psikotes di blog ini dan pahami jenis psikotes yang akan kamu hadapi
Daftar bacaan Artikel:

Klik disini untuk daftar bacaan artikel psikotes

2. Latihan mengerjakan psikotes, kamu bisa dapatkan informasi mengenai soal latihannya disini

Klik disini untuk informasi mendapatkan soal latihan psikotes 

3. Persiapan mental dan fisik
Mengerjakan psikotes butuh konsentrasi tinggi, oleh karena itu semua persiapan sudah harus siap sebelum kamu berangkat ke tempat psikotes jangan sampai karena lupa bawa dokumen membuat konsentrasimu buyar.




Monday, 6 August 2018

Contoh SOP HRD, Beserta Flowchart dan dokumen pendukungnya

Contoh SOP HRD, Beserta Flowchart dan dokumen pendukungnya


Anda mau melamar kerja? Proses mulai dari anda melamar kerja sampai diterima kerja, proses penggajian, proses perhitungan gaji yang pantas buat anda sampai proses memberikan anda cuti sampai dapat pesangon itu semua sudah diatur oleh perusahaan dalam yang namanya SOP Bagian HRD, SOP HRD, SOP Human Resources atau nama lainnya SOP Personalia.

Atau anda orang yang bekerja bagian HRD? maka bisa dibilang semua pekerjaan anda diatur oleh yang namanya SOP bagian HRD tersebut.

Apa Guna adanya SOP HRD?


Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah dokumen yang berkaitan dengan prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk memperoleh hasil kerja yang paling efektif dari para pekerja dengan biaya yang serendah-rendahnya. SOP biasanya terdiri dari manfaat, kapan dibuat atau direvisi, metode penulisan prosedur, serta dilengkapi oleh bagan flowchart di bagian akhir.

Tujuan Utama pembuatan SOP HRD adalah untuk menjelaskan perincian atau standar yang tetap mengenai aktivitas pekerjaan yang berulang-ulang yang diselenggarakan dalam suatu organisasi. SOP yang baik adalah SOP yang mampu menjadikan arus kerja yang lebih baik, menjadi panduan untuk karyawan baru, penghematan biaya, memudahkan pengawasan, serta mengakibatkan koordinasi yang baik antara bagian-bagian yang berlainan dalam perusahaan.

CONTOH SOP HRD Yang Siap Pakai, Bisa di Modif dengan logo perusahaan Sendiri


Berikut adalah Foto CONTOH SOP HRD


1. SOP HRD Tentang REKRUTMENT


 2. SOP HRD tentang Flowchart Rekrutmen





3. Dokumen Pendukung SOP Rekrutmen





Di atas adalah sedikit tampilan dari SOP bagian HRD, apabila anda butuh produk ini maka kami sudah menyediakan dengan Terjangkau.

PAKET SOP BAGIAN HRD PERUSAHAAN

(link download ada dibawah)

*Produk SOP HRD ini memiliki kelebihan-kelebihan, diantaranya:
1. SOP bersifat umum dan berbentuk file MS. Word, jadi bisa langsung di edit dan disesuaikan dengan kebutuhan.

2. SOP terdiri atas Rincian Prosedur+Flowchart+Dokumen-dokumen pendukungnya (Formulir-formulir, Surat-surat, peraturan dan pedoman)

3. File Dokumen SOP di simpan dan di kirim ke Agan dalam bentuk KASET DVD (Compact Disc). Jadi,,Praktis dan tidak ribet dan dapat diperbanyak


*SOP HRD ini terdiri atas 21 prosedur, yang meliputi:
1. SOP Rekrutmen+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa: 
a) Form permintaan karyawan baru, 
b) Form lamaran, 
c) Form Evaluasi wawancara.

2. SOP Pelatihan karyawan+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa:
a) Form Jadwal Program Training,
b) Form Pengadaan Training,
c) Form Pengukuran Efektifitas Training.

3. SOP Orientasi Karyawan+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa:
a) Check List Orientasi Karyawan
b) Peraturan Perusahaan
c) Surat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
d) Surat Perjanjian Kerja
e) Surat Pernyataan Pajak

4. SOP Cuti Karyawan+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa: Form cuti.

5. SOP Izin Potong Cuti+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa: Form izin tidak masuk kerja.

6. SOP Izin Sakit+Flowchart dan Dokumen pendukungnya.

7. SOP Lembur Karyawan+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa: Form Lembur

8. SOP Mutasi/Promosi/Demosi+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa: 
a) Laporan Monitoring Kehadiran Karyawan
b) Form Usulan Mutasi/Promosi/Demosi
c) SK Direksi tentang Mutasi/Promosi/Demosi

9. SOP Penilaian Karyawan Masa Percobaan+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa: : Form Penilaian Karyawan Masa Percobaan

10. SOP Penilaian Karyawan Tahunan+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa: Form Penilaian Kinerja Karyawan Tahunan.

11. SOP Perjalanan Dinas Karyawan+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa: Surat Perintah Perjalanan Dinas.

12. SOP Pertanggungjawaban Perjalanan Dinas+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa:
a) Surat Perintah Perjalanan Dinas
b) Form Pertanggungjawaban Perjalanan Dinas.

13. SOP Karyawan Meninggal Dunia+Flowchart

14. SOP Pengunduran Diri Karyawan+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa:
a) Memo
b) Surat Pengunduran Diri

15. SOP PHK Karyawan+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa:
a) Surat Peringatan
b) Surat Pemutusan Hubungan Kerja

16. SOP PHK Massal Karyawan+Flowchart

17. SOP Pengunduran diri karyawan yang sakit berkepanjangan+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa: Surat Pengunduran Diri.

18. SOP Karyawan Pensiun+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa:
a) Memo
b) Surat Keputusan Direksi Tentang Karyawan Pensiun.

19. SOP Surat Peringatan Karyawan+Flowchart dan Dokumen pendukungnya berupa:
a) Memo
b) Surat Peringatan

20. SOP Pengajuan Biaya Training Karyawan+Flowchart dan dokumen pendukungnya berupa: Form Permohonan Biaya Training

21. SOP Usulan Kenaikan Gaji Karyawan+Flowchart dan dokumen pendukungnya berupa:
a) Form Kenaikan Gaji
b) Surat Penetapan Gaji


*Pada Produk SOP HRD ini, disertakan juga berbagai macam Bonus, yang meliputi:
1. Contoh Format SOP lainnya
2. Form Berita acara kejadian
3. Form daftar gaji karyawan
4. Form Penilaian Kinerja Karyawan Tingkat Manager
5. Form Penilaian Kinerja Karyawan
6. Buku Pedoman Karyawan
7. Surat Keterangan Kerja

APABILA ANDA BERMINAT SILAHKAN PESAN SEKARANG JUGA

Harga asli RP 150.000
HANYA RP 90.000 (SEMBILAN PULUH RIBU RUPIAH)

FORMAT PEMESANAN:

Kirim sms/whatsapp ke : 085-716-815-101
Format sms : Nama Anda - Nama Bank - Email Aktif Anda - SOP HRD

Contoh : Andre - BRI - EmailAnda@Email.Com - SOP HRD
<tunggu sms balasan dari saya instruksi selanjutnya>

Silakan pilih transfer biaya pemesanan:

· Bank BCA 
- BANK BRI
· Bank Mandiri
. Bank BNI
atau Top up Pulsa Indosat

Jumlah transfer ditambah 3 digit No. HP terakhir, misal nomor HP Anda 085-716-815-101, maka jumlah transfer adalah Rp. 90.101

Setelah transfer, silakan SMS/Whatsapp ke 085-716-815-101

Klik untuk WA--http://bit.ly/sopHRDWhatsapp: Foto Bukti transfer dengan gambar yang jelas

*disarankan memakai GMAIL agar pengiriman email lebih cepat diterima


Bagi anda yang masih ragu, kami memberikan pilihan untuk download dulu baru bayar,

anda bisa download filenya dibawah ini (file di password) dan untuk memperoleh password anda perlu melakukan pembayaran

KLIK UNTUK DOWNLOAD FILENYA (DOWNLOADNYA GRATIS)


-----------------------------------------------------------------------------------------------


Pembelian via TOKOPEDIA(Dikirim EMail+ DVD)
KLIK UNTUK Menuju TOKOPEDIA (HARGA SUPER PROMO!!!)

----------------------------------------------------------------------------------------------

BONUS SOP HRD





TAMPILAN FILE PRODUK SOP HRD DI DALAM KASET CD



Saturday, 23 June 2018

Administrasi tes EPPS

Cara Administrasi tes EPPS

Pada artikel kali ini Admin akan membahas Administrasi Tes EPPS (Edward Preference Schedule Test).  Cara Administrasi Tes EPPS sebenarnya tidaklah rumit selama anda mengetahui apa itu Tes EPPS, Kegunaan ALAT Tes EPPS dan Proses Administrasi EPPS

Sekilas Tentang Alat Tes EPPS


Alat Tes EPPS (Edward Personality Preference Schedule) adalah alat tes kepribadian (Personality Test) untuk mengukur (melakukan psikogram) tingkat dan tipe kepribadian seorang individu. alat Tes ini dilandaskan dan berkembang dari teori kepribadian seseorang ahli bernama H. A Murray, yang meliputi 15 kebutuhan (needs) yang wajib dimiliki seseorang yang normal. Pak Edward dalam penelitiannya menyiapkan kumpulan butir soal soal yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Alat Tes EPPS biasanya dipakai orang-orang yang mau tes masuk kerja kantoran.

Kegunaan Alat Tes EPPS

Alat Tes EPPS sering dikategorikan sebagai suatu "power test" yaitu alat tes yang tak dibatasi waktu pengerjaannya. Sehingga, lebih ditekankan pada penyelesaian tugas bukan kecepatan waktu tes. Dalam mengisi alat tes EPPS wajib semua butir soal harus dijawab, bila ada satu saja butir soal yang tak terjawab maka interpretasi yang akurat sulit dilakukan. alat Tes EPPS dapat diterapkan secara perorangan maupun kelompok. Tujuan awalnya adalah untuk penggunaan kegiatan konseling dan ditujukan untuk orang-orang yang normal (Karmiyati & Suryaningrum, 2005).


Proses Administrasi TES EPPS

  Jenis tes
Tes EPPS ini termasuk di dalam jenis:
1.      Tes verbal, artinya materi tes diberikan dalam bentuk tulisan.
2.      Tes individu atau kelompok, artinya dapat diberika secara individual maupun kelompok.

  Jumlah soal
Jumlah soal dalam tes ini terdiri dari 225 pasangan pernyataan-pernyataan. Di muka setiap pasangan pernyataan-pernyataan itu ada huruf A untuk pernyataan pertama, dan huruf B untuk pernyataan kedua.

 DURASI  Waktu TES EPPS
Waktu dalam mengerjakan tes ini adalah tidak terbatas, dengan maksud agar peserta lebih teliti dan lengkap, sehingga tidak satu pernyataan pun ada yang terlewati.

Prosedur pengerjaan TES EPPS


Prosedur pengerjaan tes ini adalah :
  1. Peserta diminta untuk mengisi identitas yangs sesuai pada lembar kerja (nama, umur, jenis kelamin, dan tanggal tes)
  2. Membagikan Buku Persoalan kepada peserta
  3. Bila tes diberikan secara individual, peserta diminta untuk membaca petunjuk-petunjuk pelaksanaan tes terlebih dahulu. Dan setelah jelas akan tugasnya, peserta dipersilakan menyelesaikan tes tersebut tanpa ada yang terlampaui atau terlewati.
  4. Bila diberikan secara massal, Pemimpin pemeriksaan (PP.) hendaknya membacakan petunjuk-petunjuk, intruksi dan contoh pelaksanaan  test terlebih dahulu dan menerangkan isi petunjuk tes tersebut.
  5. Di muka setiap pasangan pernyataan-pernyataan itu ada huruf A untuk pernyataan pertama, dan huruf B untuk pernyataan kedua. Kepada peserta (OP) diminta untuk memilih salah satu pernyataan dari setiap pasangan pernyataan-pernyataan itu yang dianggapnya paling sesuai dengan dirinya, dan bukan yang dianggap umum dan ideal atau wajar  oleh masyarakat di linggkungannya.
  6. Jawaban yang telah dipilih peserta ditulis pada kertas jawaban yang telah disediakan, dengan cara melingkari huruf A atau B yang dipilihnya.
  7. Pada halaman muka pada buku PERSOALAN , ada petunjuk dan contoh pelaksanaan test. Peserta-peserta yang masih belum mengerti dengan jelas persoalannya, dapat membaca sekali lagi.
  8. Bila peserta telah selesai mengerjakan tes ini, diminta lagi untuk mengecek kembali secara teliti.
  9. Waktu pengerjaan tes ini adalah 40 sampai 60 menit. Pembatasan waktu tidak mutlak diberikan dengan tujuan agar subyek bisa mengerkjakan tes ini dengan teliti dan lengkap tanpa ada yang terlampaui.

Setelah Tes EPPS Selesai, langkah berikutnya adalah bagi tester melakukan skoring dan Interpretasi Hasil Tes EPPS

Silahkan baca artikel Berikut

Sunday, 10 June 2018

Mengenal dan tips cara mengerjakan psikotes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory)

Mengenal dan cara mengerjakan psikotes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory)

Pernah dengar yang namanya psikotes MMPI? Banyak yang mengira psikotes atau tes psikologi ini adalah tes untuk mengetes tanda tanda kegilaan atau penyimpangan psikologis seseorang.

Baca juga: Skoring Jawaban dan Administrasi MMPI


Pengalaman dengan Psikotes MMPI

Pertama kali saya mencoba tes ini ketika sekilas melihat bentuk tes dan jumlah itemnya sempat terlintas dalam benak saya bahwa ini emang tes 'GILA", karena ada ratusan pernyataan (556) yang harus kita baca teliti satu per satu dan pilih ya atau tidak. bayangkan saja untuk orang yang belum pernah ikut tes dihadapkan ratusan pernyataan yang dibolak-balik pasti bakal pusing habis mengerjakannya. Bisa dibilang tipe tes ini mirip dengan metode interogasi modern dimana sangat gampang mendeteksi adanya kebohongan, inkonsistensi dan sejenisnya. Sehingga mereka yang memiliki "kondisi spesial" akan mudah dibedakan dari orang normal.

psikotes mmpi


Apa sih yang dinilai dalam Psikotes MMPI?

MMPI singkatan dari Minnesota Multiphasic Personality Inventor, ialah suatu psikotes kepribadian yang paling banyak digunakan di belahan dunia. PsikoTes ini merupakan hasil kolaborasi dari seorang psikolog dan psikiater bernama Starke R Hathaway PhD dan Dr JC McKinley, yang keduanya berasal dari Universitas Minnesota.


Saat ini model tes yang dipakai di Indonesia adalah Psikometri MMPI 2, Yang diukur dalam tes MMPI adalah ciri-ciri kepribadian yang bersifat relatif menetap (personality Traits). Dengan demikian nilai prediktif dari tes ini cukup tinggi, karena fokusnya adalah ciri-ciri kepribadian, yang dalam jangka waktu yang lama tidak akan berubah banyak.

MMPI 2 telah disesuaikan dengan kriteria orang indonesia dan memiliki 4 Elemen yang dinilai.

4 Elemen2 yang dinilai dalam psikotes MMPI:
  • Sikap Terhadap Tes
  • taraf Kapasistas Mental
  • Profil Klinis
  • Profil Kepribadian dasar

Manfaat Psikotes MMPI

Psikotes MMPI ini biasanya dibutuhkan untuk persyaratan melamar kerja ke profesi profesi yang membutuhkan orang dengan kapasitas mental yang baik dan memiliki integritas tinggi. Contohnya Capres dan Cawapres, Cagub maupun Caleg sudah umum harus di tes MMPI dulu ketika mendaftar di KPU.


Psikotes MMPI mampu menunjukan pada psikolog dan perusahaan kecenderungan eksistensi gejala- gejala psikopatologi yang bisa muncul apabila seseorang sedang mengalami tekanan dalam pekerjaannya. Hal-hal yang dapat dinilai dalam psikotes MMPI antara lain gejala depresi, kepercayaan terhadap orang lain, kecurigaan dan sensitivitas, skizofrenia, hypochondriacs, kecemasan, keragu-raguan,dan pikiran obsesif. Untuk penggunaan di kalangan pelajar, tes ini dapat memprediksikan kecenderungan adanya perilaku berbahaya, seperti penggunaan zat seperti alkohol dan kecenderungan kebergantungan terhadap sesuatu zat.


Baca juga: kunci jawaban psikotes MMPI


TIPS Mengikuti Psikotes MMPI

  • Siapkan fisik yang fresh, sehat, jangan lupa sarapan dan tidur nyenyak malam sebelumnya
  • Kuncinya: terapkan kejujuran, santai, jangan bohong, jangan gugup
  • Siapkan alat tulis yang lengkap sebelum berangkat ke tempat tes
  • Jangan terlalu dipikir dari setiap pernyataan. Baca saja sekali, dan jawab. Setuju atau tidak. Semakin diulang ulang, semakin mikir dan semakin bingung, mau jawab apa ๐Ÿ˜€
  • PERHATIKAN keterangan waktu di setiap pernyataan : kadang kadang, sering, jarang, ada kalanyaร  sesuaikan dengan frekuensi kejadian yang pernah kamu alami sesungguhnya J
  • Ada kalanya aku ingin sekali berteriak kata jorok di depan orang yang mengecewakanku –> (+) iya sih, ada kalanya, ingin. Kan ga sering dan cm keinginan, daripada diempet bikin jerawat…heheheh
  • Aku mudah sekali menjadi canggung –> (-) nggak mudah sekali juga, aku sih pede pede aja lagi ๐Ÿ˜›
  • Aku sangat hati hati saat melewati trotoar yang rusak–> (-) nggak sangat, biasa aja. Toh kalo trotoar rusak, paling Cuma kesandung dikit, ketinggian trotoar berapa sih ๐Ÿ˜€
  • Aku kadang kadang memikirkan hal hal yang berbau seksual–> (+) iya dong kadang, secara udah cukup umur, udah pernah ngerasain, ehh jauhan dari suami lagi; gimana ga kepikiran ?! huehehehe

Nah secara umum ya seperti itu ya, baca pernyataannya dengan tenang dan berpikir logis, simpel jangan dibikin ribet. Sering kali pernyataan tersebut diulang di belakang dengan keterangan waktu dan frekuensi yang berbeda

Pada umumnya tes MMPI itu selesai sekitar 1-2 jam an.


Demikian artikel ini, silahkan share bila bermanfaat. Komen jika ada pertanyaan.


Monday, 23 April 2018

CARA INTERPRETASI Kepribadian seseorang dari PSIKOTES EPPS

CARA INTERPRETASI Kepribadian seseorang dari PSIKOTES EPPS dalam proses seleksi karyawan

Seminggu yang lalu saya dapat pesan whatsapp oleh kenalan mahasiswi bidang psikologi tentang tugas  akhir kuliahnya.Tugas skripsi tersebut kaitannya dengan Psikotes EPPS yang dia praktekan di sebuah perusahaan menengah dalam proses rekrutmennya atas persetujuan pihak HR perusahaan tersebut. Saat itu diambil sample sekitar hampir 200 orang.


Coba banyangin Tes EPPS itu ada 225 item yang mesti dikoreksi, kalo pesertanya ada 200 orang dan tiap orang mesti di cek satu per satu jawabannya dan di skoring manual (225 item x 200 orang = 45000),  kapan selesai? Sebanyak itu dikerjakan secara manual satu per satu bisa makan waktu berapa lama????

Akhirnya saya sarankan untuk pakai SOFTWARE SKORING EPPS saja. Tinggal input dan keluar hasil analisa terus tinggal interpretasi deh. Masalahnya muncul ketika mau interpretasinya gmn? Nah ini yang akan admin psikotes bahas di artikel singkat ini.


Sekilas tentang psikotes EPPS

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) mengukur (mengungkap) 15 motif/kebutuhan personal (khas) melalui 225 item berpasangan. Anda akan diminta untuk memilih yang paling sesuai dengan diri sendiri.
Alat tes ini tergolong Tes Inventori Kepribadian, dimana kita disuguhi deretan soal dalam satu buku tes EPPS dan diminta untuk memilih suatu pernyataan yang disukai.

lengkapnya bisa baca disini:

KLIK: TENTANG PSIKOTES EPPS

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

CARA SKORING PSIKOTES EPPS


Hasil skoring EPPS akan menunjukan Tinggi Rendahnya nilai kebutuhan anda dalam 15 aspek.

1. LAKUKAN TES EPPS dan INPUT HASILNYA PADA SOFTWARE SKORING EPPS


Cara Menyajikan Alat Tes EPPS, berikut langkah-langkahnya:
1. Berikan lembar jawaban pada subjek, kemudian minta subjek untuk mengisi identitas (nama, umur, jenis kelamin, dan tanggal tes)
2. Bagikan buku soal pada subjek
3. Penguji memberikan petunjuk kepada Subjek bagaimana cara mengerjakan tes
4. Penguji menanyakan kembali apakah subjek ada pertanyaan sebelum mengerjakan tes
5. Sebelum tes berakhir ada baiknya penguji meminta subjek untuk mengecek kembali apakah ada soal yang terlewati.
6. Pastikan Penguji menyajikan tes sesuai waktu yang ditentukan, untuk Indonesia lebih kurang 60 menit.

Tips mengerjakan Tes Psikologi EPPS (Edward Personal Preference Schedule) 
1. Sebelum mengerjakan tes hendaknya melakukan istirahat yang cukup
2. Cermati betul dan lakukan yang diminta penguji anda
3. Jangan pernah asal-asalan dalam menjawab soal, karena jawaban anda sangat berpengaruh sekali dengan hasil tes.
4. Jangan pernah melakukan kebohongan pada saat menjawab soal. Percuma saja anda berbohong karena tes EPPS ini telah disusun sedemikian rupa oleh penyusunnya, korelasi yang tinggi antara keadaan keluar dengan keadaan “dalamnya” dan menyajikan dua pernyataan yang mengungkapkan trait yang berbeda dalam setiap nomor.
5. Kerjakan soal dengan rileks, dengan itu anda mampu mengerjakan dengan baik. 


Lengkapnya anda bisa baca disini

Cara Mengisi jawaban,Skoring, Interpretasi, dan Mengkomunikasikan Hasil Tes EPPS


2. CEK APAKAH JAWABANNYA JUJUR

Pertama anda harus pastikan dulu nilai konsistensinya apakah sudah benar? Hak ini bisa anda lakukan dengan mudah apabila menggunakan software yang kami sediakan. Apabila anda mau pesan silahkan klik disini

JIKA NILAI KONSISTENSI TIDAK BENAR, BERARTI SI PESERTA TERINDIKASI BERBOHONG! Jika demikian tidak perlu Interpretasi lagi, kalau di seleksi karyawan ya di gugurkan saja!

Jika nilai konsistensinya OK, maka kita lanjutkan

3. Tentukan NILAI TINGGI/RENDAH PADA TIAP ASPEK


Cara Interpretasinya adalah anda harus melihat nilai yang dihasilkan untuk tiap Aspek itu masuk kategori Tinggi atau Rendah? LALU jika anda memakai software skoring EPPS langkah selanjutnya adalah lihat Pada Grafik yang di sajikan pada software lebih dominan aspek yang mana?


Secara singkat, Anda bisa mencermati 15 kebutuhan yang akan diungkap dalam EPPS berikut:

Achievement : kebutuhan untuk menyelesaikan tugas dengan baik/optimal

Deference: kebutuhan untuk menuruti/menyesuaikan diri dengan norma atau menundanya

Order: kebutuhan untuk membuat perencanaan dan pengelolaan (teratur)

Exhibition: kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian dalam kelompok

Autonomy: kebutuhan untuk memiliki otonomi atas tanggung jawab dan kewajibannya sendiri

Affiliation: kebutuhan untuk menjalin interaksi sosial yang lekat

Intraception: kebutuhan untuk menganalisa perilaku atau perasaan orang lain

Succorance: kebutuhan untuk menerima support dari orang lain

Dominance: kebutuhan untuk memimpin dan mempengaruhi orang lain

Abasement: kebutuhan untuk menerima kesalahan dan mengakui pada orang lain

Nurturance: kebutuhan untuk membantu orang lain

Change: kebutuhan untuk mencari pengalaman baru dan menghindari rutinitas

Endurance: kebutuhan untuk menuntaskan tugas (daya tahan)

Heterosexuality: kebutuhan untuk berinteraksi dengan lawan jenis

Aggression: kebutuhan untuk menyampaikan pendapat dan kritis terhadap orang lain

Hasil EPPS akan membentuk grafik yang menunjukkan apakah Anda memiliki kecenderungan kuat di kebutuhan achievement, nurturance, endurance atau lainnya.

Dari sini, tentu Anda sudah bisa memperkirakan, jurusan X di Perusahaan atau Universitas Tertentu membutuhkan orang-orang seperti apa?

Untuk lingkup teknik, biasanya diperlukan orang-orang yang memiliki endurance kuat, achievement (kalau ini semua), autonomy, order. Sejumlah 225 item ditujukan untuk mendapatkan gambaran kepribadian Anda.

4. Cocokan Nilai yang ada pada NORMA Interpretasi EPPS yang disebutkan secara singkat dibawah ini

Berikut Gambaran Skor Dalam Setiap Variabel.

Variabel: Achievement (ach) 
Skor Tinggi: Dorongan untuk bertindak lebih baik, tertarik dengan tugas menantang dan rumit.

Skor Rendah: Dorongan untuk meraih prestasi rendah, cepat menyerah dengan situasi rumit atau menghindar apabila dihadapkan pada situasi kompleks.

Variabel: Deference (def) 
Skor Tinggi :Kecenderungan pribadi mudah terpengaruh oleh orang lain, ketertarikan akan kesuksesan orang lain, banyak tergantung dari orang lain.

Skor Rendah : Tidak tertarik dengan kesuksesan orang lain, fokus pada diri sendiri, sulit patuh terhadap orang lain dan cenderung melakukan dengan caranya sendiri.

Variabel: Order (ord) 
Skor Tinggi : Kecenderungan memiliki keteraturan yang tinggi, terorganisir, rapi termasuk dalam perencanaan dan aktivitasnya.

Skor Rendah : Cara kerja atau bertindak cenderung tidak teratur, lebih dikuasai oleh situasi perasaan, kurang terencana dalam bertindak dan sikapnya mudah berubah-ubah.

Variabel : Exhibition (exh) 
Skor Tinggi :Kecenderungan tinggi untuk pamer, menampilkan apa yang dimiliki ke lingkungan sekitar.

Skor Rendah : Ketidaktertarikan dengan situasi sosial, cenderung tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya, acuh terhadap apa yang dialami oleh orang lain.

Variabel : Autonomy (aut) 
Skor Tinggi : Kemudahan pribadi untuk bertindak sesuai keinginan, tidak tergantung dari orang lain.

Skor Rendah : Ketergantungan tinggi dengan figur lain, harus mencari persetujuan orang lain untuk bertindak, menghindari tindakan yang dapat menjadi perhatian sosial dan cenderung mencari figur perlindungan sebelum bertindak.

Variabel : Affiliation (aff) 
Skor Tinggi: Loyalitas tinggi terhadap situasi sosial, mudah berpartisipasi dan beraktivitas.

Skor Rendah : Pribadi tertutup, introversi tinggi, sulit bergaul dan tidak senang dengan aktivitas sosial.

Variabel : Intraception (int) 
Skor Tinggi : Mudah untuk berintrospeksi, menilai dan mengevaluasi diri dan perasaannya.

Skor Rendah : Terlalu mengabaikan perasaan, hampir tidak pernah mengevaluasi setiap tindakan berdasarkan perasaan, sikap lebih didominasi atas dasar logika atau kognitif.

Variabel : Succorance (suc) 
Skor Tinggi : Ketergantungan tinggi terhadap orang lain, mencari support orang lain untuk meyakinkan tindakannya dengan meraih afeksi dan keramahan dari orang lain.

Skor Rendah : Pribadi yang independen, tidak tergantung dengan situasi sosial, senang dengan aktivitas diri dan mengacuhkan situasi sosial meskipun dirinya menjadi pusat perhatian

Variabel : Dominance (dom) 
Skor Tinggi : Dominasi tinggi terhadap situasi sosial, mudah mengendalikan dan mengarahkan kelompok, termasuk memimpin untuk bertindak sesuai keinginannya.

Skor Rendah : Pribadi pengikut dalam kelompok, yes-man terhadap otoritas, mudah dikendalikan. Sulit untuk mengatakan tidak terhadap situasi kelompok.


Variabel: Abasement (aba) 
Skor Tinggi: Kecenderungan pribadi mudah merasa bersalah, menyesali diri, layak untuk dihukum akibat tindakannya. Pribadinya mengarah pada inferioritas.

Skor Rendah : Pribadi yang berpikir positif, tidak terlalu mempedulikan kesalahan yang telah dilakukan, terbuka, mudah memaafkan dan meminta maaf apabila terjadi kesalahan yang telah dilakukannya.

Variabel : Nurturance (nur) 
Skor Tinggi : Pribadi terbuka, mudah membantu orang lain, santun dan mudah bersimpati.

Skor Rendah : Ketertutupan pribadinya dianggap sebagai individu yang kaku, sulit bersimpati dan mudah berkata kasar.

Variabel : Change (chg) 
Skor Tinggi : Ketertarikan tinggi pada situasi baru, berubah-ubah termasuk dalam tindakannya bekerja berupaya dengan cara baru.

Skor Rendah : Situasi rutin menjadikan dirinya nyaman, tenang dengan aktivitas harian yang monoton, mementingkan prosedur dan cara kerja berdasarkan kebiasaan.

Variabel : Endurance (end) 
Skor Tinggi : Tanggung jawab tinggi terhadap pekerjaan, menyelesaikan apa yang telah dimulai. Tekun dan tidak mudah jenuh dengan situasi yang dihadapi.

Skor Rendah : Daya tahan rendah terhadap situasi yang menekan;konflik, ketidakjelasan situasi atau tujuan, mudah menyerah dan cepat jenuh terhadap situasi yang tidak nyaman.

Variabel : Heterosexuality (het) 
Skor Tinggi: Ketertarikan tinggi untuk bergaul dengan lawan jenis, berupaya mendapatkan afeksi dan perhatian terhadap lawan jenis.

Skor Rendah : Tidak mudah tertarik dengan lawan jenis, tidak terlalu terpengaruh dengan lawan jenis, sulit dipengaruhi oleh figur lawan jenis.

Variabel : Aggression (agg) 
Skor Tinggi : Dorongan agresi tinggi, mudah terpicu dengan konflik dan senang dengan konfrontasi apabila terjadi perbedaan pendapat.

Skor Rendah : Pribadi tenang, mengandalkan kedamaian, saling menerima, menghindari konflik dan konfrontasi.

Demikianlah uraian singkat tentang

CARA INTERPRETASI Kepribadian seseorang dari PSIKOTES EPPS 


BAGI YANG BERMINAT DENGAN SOFTWARE SKORING EPPS SILAHKAN WHATSAPP KAMI

HARGA:


PAKET MANUAL EPPS : RP 40.000 (40 Ribu Rupiah)
Berupa Soal EPPS, BUKU MANUAL EPPS (Termasuk Cara skoring), FORMAT LEMBAR JAWABAN EPPS dan Alat skoring EPPS secara Manual (Tanpa memakai software)



PAKET SOFTWARE EPPS : RP 70.000 (70RB rupiah) (LENGKAP)
Berupa Soal EPPS, BUKU MANUAL EPPS (Termasuk Cara skoring) dan Alat skoring EPPS secara Manual (Tanpa memakai software) + SOFTWARE  SKORING EPPS

Ketik: EPPS_EMAIL  ANDA_PILIHAN PAKET

CONTOH: EPPS_Andre@gmail.com_PAKET SOFTWARE EPPS


SMS/WHATSAPP: 0857 1681 5101


Barang berupa softfile yang akan kami kirim via email